Perjalanan Vincent Haryono menjadi juragan sawit sungguh tidak mudah, tantangannya bak roller coaster. Sebagai transmigran yang dikirim ke Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 1991, ia pertama kali mendapati desanya, berada di tengah hutan, banyak binatang buas, dan perlu dua hari perjalanan darat ke kabupaten. Berbekal tekad dan rencana matang, ia tak segan melakukan apa saja untuk bertahan hidup.
Setelah tertatih selama 5 tahun, ia kemudian bisa akad kredit untuk pembelian 2 hektar lahan kebun sawit. Begitu lunas, sertifikatnya segera ia “sekolahkan” untuk mendapatkan lahan yang lebih luas lagi, hingga akhirnya ia menguasai 10 hektar sawit dengan pendapatan yang sangat mencukupi. Vincent yang berasal dari Malang Jatim ini kemudian berkreasi membudidayakan lebah di lahan sawit dan sekarang mampu menghasilkan kisaran 5 ton madu per dua minggu.
Tak berhenti di situ, ia lalu mendirikan Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Vincent mengaku perlu dedikasi tinggi untuk memahamkan manfaat koperasi kepada masyarakat. Banyak dari masyarakat yang meragukan keamanan asetnya jika disimpan di koperasi. Perlahan tapi pasti, KSP yang dipimpin Vincent saat ini memiliki anggota hampir seribu orang. Aset yang dikelola pun mencapai puluhan miliar rupiah.
Vincent kini berumur kepala lima mulai menikmati hidup. Dua anaknya sudah sarjana dan bekerja. Putra terakhir yang masih dibesarkan di rumah terus dimotivasi agar mau menggantikan profesinya sebagai petani sawit. Kisah heroik sang transmigran ini, nantinya bisa disimak pada podcast YouTube IPOSS pada minggu terakhir bulan Juli 2024. Selamat menikmati. ()
[gallery columns="2" size="medium" ids="3536,3537,3538,3539,3540,3541" orderby="rand"]
Podcast episode 1 ini sudah tayang pada kanal YouTube SawitIDN