Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS) menggelar acara Bedah & Diskusi Buku "Sawit, Anugerah yang Perlu Diperjuangkan" dengan tema "Kelapa sawit dalam Pembangunan Berkelanjutan: Tinjauan Sais, Ekonomi dan Lingkungan" pada Kamis 26 September 2024 di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo, Magister Managemen UGM Yogyakarta.
Bedah buku dan diskusi digelar atas kerjasama IPOSS dengan UGM, UMY dan UNY. Peserta yang hadir sebanyak 350-an orang terdiri dari mahasiswa, dosen, pejabat daerah, dan media. Tercatat mahasiswa yang hadir berasal dari berbagai kampus di Yogyakarta mulai dari UGM, UMY, UNY, Instiper Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga dan UII.
Dubes Yuri O. Thamrin Dewan Pengawas IPOSS dalam keynote speechnya menggarisbawahi, sawit kini barang penting bagi Indonesia. “Palm oil used to be low politic, just a trade dispute, but now become high politic for Indonesia. If you disturb our palm oil, it is going to be serious, it will affect relations between Indonesia and his partner.”
Sementara narasumber diskusi pertama, Prof. Budi Mulyanto, Kapusdi Sawit IPB, mengajak semua pihak untuk lebih terbuka pikiran dalam memahami kelapa sawit. Menurutnya banyak hal lnegatif tentang kelapa sawit hanyalah mitos belaka tanpa ada bukti dan data ilmiah.
Petrus Gunarso, Ph.D, Pakar Kehutanan dan Lingkungan, mengaku bahwa perjuangan membela kelapa sawit Indonesia di forum internasional masih sangat kurang mendapat dukungan dari akademisi dan institusi pendidikan. Petrus berharap kampus besar sekaliber UGM dapat merubah pandangannya mengenai sawit serta memberikan kontribusinya demi keberlangsungan komoditas unggulan tersebut.
Melalui acara Bedah & Diskusi buku "Sawit, Anugerah yang Perlu Diperjuangkan" IPOSS berharap dunia pendidikan dapat lebih terbuka untuk forum-forum diskusi ilmiah terkait kelapa sawit yang merupakan komoditas perkebunan andalan Indonesia.
[gallery columns="2" size="medium" ids="3439,3440,3441,3442,3446,3444" orderby="rand"]