Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS) dan Bina Swadaya Konsultan (BSK) kembali mengadakan diskusi pada hari Rabu, 23 Oktober 2024, untuk membahas temuan dari studi lapangan terkait Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Dari IPOSS hadir Pengurus, Divisi Riset, dan Kadiv Komunikasi, sementara dari BSK hadir Ana Budi Rahayu sebagai Direktur, beserta enam anggota timnya. Acara dibuka dengan pemaparan BSK mengenai hasil observasi di beberapa wilayah.
Diskusi berfokus pada tantangan dan peluang implementasi PSR di lapangan, termasuk efektivitas program dalam meningkatkan produktivitas kebun rakyat, akses pendanaan, dan dampak terhadap ketahanan energi dan pangan. Selain itu, turut dibahas proses distribusi bibit dan tata kelola penyaluran bantuan agar program dapat berjalan berkelanjutan.
Studi ini menemukan bahwa meskipun PSR berpotensi meningkatkan produksi CPO secara signifikan, kendala koordinasi antara pemerintah daerah dan pekebun, serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang prosedur administrasi, masih menjadi tantangan. Para petani mengalami kesulitan untuk mengakses dana PSR karena administrasi yang rumit. Perlu dilakukan penyederhanaan sistem administrasi PSR yang dapat lebih mudah dijangkau petani. Peningkatan kapasitas pekebun dan kerjasama dengan lembaga keuangan juga diidentifikasi sebagai kunci keberhasilan program.
Rekomendasi dari studi ini kemungkinan akan meliputi perbaikan regulasi untuk akses peremajaan, penguatan sistem monitoring, dan peningkatan peran aktif pemerintah daerah dalam pendampingan teknis. Dengan kolaborasi berkelanjutan, PSR diharapkan dapat menjadi pilar utama ketahanan energi dan pangan nasional. ()
[gallery columns="2" size="medium" ids="3650,3651,3652,3653,3654,3655"]