
Industri sawit Indonesia tengah menghadapi tekanan yang semakin kompleks, baik dari sisi domestik maupun global. Implementasi B50 mendorong kebutuhan pasokan CPO yang lebih besar sekaligus menantang keberlanjutan pembiayaan biodiesel, sementara penerapan EUDR menuntut penguatan traceability untuk menjaga akses pasar ekspor ke Uni Eropa. Di sisi lain, perubahan iklim mulai menunjukkan dampak nyata di tingkat kebun, dengan potensi El Niño pada paruh kedua 2026 yang berisiko menekan produktivitas. IPOSS mengajak pembaca menelaah dinamika tersebut dalam membentuk arah industri sawit Indonesia ke depan.