Kegunaan minyak sawit semakin hari semakin tak terbendung. Kalau minyak sawit selama ini hanya dipersepsikan sebagai bahan minyak goreng dan campuran biodiesel, kini justru bagus dijadikan salah satu komponen minyak pelumas yang digunakan pada mesin mobil balap.
Adalah Idemitsu Kosan, perusahaan yang berbasis di Tokyo, yang melakukan penemuan tersebut sehingga kemudian menamakan oli mesin dari sawit itu: Idemitsu IFG Plantech Racing. Sebagaimana dilansir oleh Kompas yang mengutip dari Happy Eco News (28/02/25), oli pelumas dimaksud terbuat dari 80% bahan berbasis tanaman dan dinyatakan telah memenuhi standar pelumas mesin terbaru dari American Petroleum Institute.
Konon kabarnya, oli mesin ini menggunakan minyak kelapa sawit berkelanjutan sebagai bahan dasarnya, ditambah ester dari minyak lobak dan minyak bunga matahari. Komposisi itu membuat jejak karbon Idemitsu IFG Plantech 82% lebih rendah daripada oli konvensional. Angka itu didapat berdasarkan perkiraan dari Japan LP Gas Association yang memperhitungkan seluruh siklus hidup produk mulai dari produksi hingga pembuangan.
Oli motor yang ditemukan dari hasil ramuan ramah lingkungan tersebut, diluar dugaan ternyata sangat handal bagi performa mesin dengan kecepatan tinggi. Berdasarkan hasil ujicoba yang dilakukan oleh Idemitsu, oli dari sawit menunjukkan ketangguhan 194% lebih tinggi dibandingkan oli-oli premium lainnya, gesekan 50% lebih rendah, 169% lebih baik untuk komponen mesin, serta 124% piston lebih bersih. Ini berarti oli membantu mesin bekerja dengan lancar dan efisien serta mampu menekan keausan pada komponen penting kendaraan.
“Teknologi kami memadukan inovasi dan tanggung jawab lingkungan terbaik,” kata perwakilan dari Idemitsu. Lebih lanjut, peluncuran awal Idemitsu IFG Plantech Racing ditargetkan kepada pelanggan di Thailand, Australia, Singapura, dan Malaysia melalui toko daring perusahaan. Rencana untuk memperluas ketersediaan ke Amerika Serikat, Brasil, Meksiko, UEA, Tiongkok, India, dan kawasan lain sudah berjalan.
Di Indonesia, cerita tentang pemanfaatan hasil hilirisasi sawit sebagai sumber energi sudah dirancang sejak lama. Namun baru pada Februari 2023, diberlakukan mandatori B35 yaitu biodiesel dengan campuran 35% FAME ke dalam bahan solar, lalu pada awal 2025 ini menjadi B40.
Adapun minyak kelapa sawit mentah (CPO) diujicoba sebagai bahan bakar campuran avtur di Indonesia sejak tahun 2021. Pada 27 Oktober 2023, Indonesia berhasil melakukan penerbangan komersial pertama menggunakan bahan bakar nabati atau Bioavtur. Sedangkan minyak sawit mulai dipakai sebagai bahan minyak goreng sudah dimulai pada tahun 1990-an. ()